Berita Media, Features, Pandangan Anggota, Pandangan Fraksi, Pandangan Parlemen, Pandangan Pemerintah

DPR Diminta Segera Lakukan Uji Publik RUU KUHP dan KUHAP

JAKARTA, Jaringnews.com – Kemenkumham berharap kepada DPR agar dapat segera melakukan uji publik terhadap RUU KUHP dan KUHAP, untuk selanjutnya dapat disahkan.

“Proses pembahasan RUU KUHP dan KUHAP di Kemenkumham sudah berlangsung sangat lama, dan RUU ini sudah disampaikan kepada Ketua DPR. Semoga dalam waktu dekat bisa direalisasikan. Tentunya dengan uji publik-uji publik dan pengawasan dari para ahli dan masyarakat juga,” kata Wamenkumham Denny Indrayana di kantornya, Jakarta, Selasa (2/4).

Dia menilali, revisi RUU KUHP dan KUHAP yang diusulkan pihaknya masih perlu perbaikan-perbaikan, sehingga uji publik yang nantinya dilakukan pemerintah bersama DPR, ahli dan masyarakat menciptakan sebuah Undang-undang yang mampu menggantikan KUHP kolonial (wetboek van Strafrecht) warisan zaman kolonial Belanda dengan KUHP nasional yang modernisasi, terkonsolidasi serta terharmonisasi terhadap perkembangan hukum pidana yang bersifat universal.

“Kami juga berharap ini manjadi sebuah Undang-undang yang mampu menjaga keseimbangan antara moralitas individual, moralitas sosial dan moralitas institusional. Maka usulan RUU ini adalah rancangan yang pasti memerlukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Terkait halo ini, anggota Komisi III DPR Indra menyayangkan pengajuan ini disampaikan di saat-saat sekarang. Menurutnya, saat sekarang ini merupakan tahun politik. Di sisa setahun jabatan, DPR akan lebih disibukkan dengan agenda menjelang Pemilu 2014, yang terfokus ke masing-masing daerah pemilihan.

“Pembahasan sebuah RUU KUHP dan KUHAP sangat kompleks, untuk disahkan menjadi sebuah UU menjadi tidak maksimal. Meski demikian, RUU ini semoga dapat terealisasi menjadi UU sebelum masa jabatan kami berakhir, sebagai kado dari Komisi III DPR RI masa periode 2009-2014,” ujar politikus PKS ini.

Sumber: jaringnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *